Menyusun Kerangka Novel
Nama : Azzahra Khalisa Haerudin
Absen : 05
Kelas : XII MIPA 9
1.
Menentukan Tema
Tema atau pokok
permasalahan yang ada dalam suatu cerita bisa bermacam-macam. Novel ini
memiliki tema kehidupan sekolah, atau tentang anak remaja.
2.
Menentukan Judul
Judul merupakan nama
yang dipilih untuk karya yang biasanya untuk mengidentifikasi karya. Judul dari
novel ini adalajh “Ara”
3.
Menentukan Tokoh
dan Perwatakan
Dalam novel
terdapat tokoh-tokoh yang memiliki watak/sifatnya masing-masing. Dalam novel “Ara”
terdapat beberapa tokoh
A. Tokoh
protagonis
·
Ara : tidak
percaya diri, pemalu
B. Tokoh
antagonis
·
Chandra : Tidak
menjaga ucapan
C.
Tokoh Tritagonis
·
Bulan : Perhatian,
dapat memotivasi orang
·
Cinta :
Perhatian
·
Aurin :
Perhatian, lemah lembut
4.
Menentukan Alur
Alur merupakan
pada novel rangkaian-rangkaian kejadian yang menjadikan jalannya sebuah cerita
dalam sebuah karangan novel. Alur terbagi menjadi tiga yaitu, alur maju, alur
mundur, dan alur campuran. Sementara alur yang digunakan pada novel ini adalah
alur maju. Karena menceritakan bagaimana hari-hari tokoh utama hingga terjadi
konflik, kemudian terselesaikan.
5.
Menentukan
Latar/Setting
Latar atau
setting yang di maksud adalah tempat, waktu, dan suasana teijadinya perbuatan
tokoh atau peristiwa yang dialami tokoh.
A. Latar tempat
·
Sekolah
B.
Latar waktu
·
Siang
·
Sore
C. Latar Suasana
·
Menyedihkan
·
Haru
6.
Menentukan
Amanat/Tujuan
Manat merupakan pesan
moral yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca. Dalam novel berjudul “Ara”
ini disampaikan agar tidak mudah minder atau tidak percaya diri dengan diri
sendiri. Kita harus percaya pada diri kita, juga tidak mudah iri dengan orang
lain. Di sisi lain, apabila kita memiliki masalah, dapat diceritakan kepada
teman.
7.
Membuat Ringkasan Novel/Gambaran Novel
Perkenalkan, Ara, gadis perempuan yang
selalu merasa tidak percaya diri. Terlalu memikirkan apa kata orang yang
mungkin tidak seharusnya dipikirkan. Dulu dia sangat tidak sabar untuk menjadi
anak SMA.
Jujur,
dia suka ketika ditugaskan menjadi panitia suatu acara sekolahnya, tapi dia
tidak suka di mana setiap acara selesai akan ada evaluasi dari seniornya.
Seperti push up, skrt jump dan masih banyak hukuman lain yang tentu melelahkan.
Ada perkataan yang selalu dilontarkan siswa-siswi kepada anggota pengurus OSIS,
«babu sekolah» katanya. Kalau dipikir secara logika benar sih, tapi Ara paling
tidak suka dinilang seperti itu.
Tentu
ia sudah berada di sekolah ketika udara masih dingin, matahari yang belum sepenuhnya
menampakan diri, dan jalanan yang masih sepi. Seperti biasa ia dan
teman-temannya melakukan tugasnya, memeriksa atribut sekolah siswa-siswi yang
masuk. “Maaf ka, kancing pergelangan tangannya tidak boleh dilepas” Perintah
seperti ini yang jarang di dengar. “Maaf ka tolong dikancingkan dulu” Ditambah
orang tersebut tidak merespon dan terus berjalan.
Tapi
ia tidak mau senior memarahinya pulang sekolah nanti. Terkadang Ara iri dengan
teman-temannya yang berani tegas dengan kakak kelas ketika mereka tidak mau
mematuhi aturan. Ara tidak punya nyali sebesar itu. Namun,untuk pengurus yang
sedang bertugas jaga gerbang pada hari itu biasanya akan sedikit telat memasuki
kelas.
“Waalaikumsalam”
Yang kemudian dijawab oleh seisi kelas. Ada cerita lucu, tentang Ara yang
pertama kali meminum tablet. Namun saat percobaan pertama, Ara tidak bisa
menelannya. Apalagi rasa tabletnya yang pait.
Lalu
apa yang membuat Ara suka dengan guru bahasa Inggrisnya. Makanya, setiap
setelah meminum tablet penambah darah, Ara membeli makanan yang manis. Ketiga
temannya sudah hafal betul apa yang selalu Ara beli. “Kamu udah belajar?” Tanya
Ara sedikit panik sambil menggigit jajanannya.
Mereka
selalu mengatakan bahwa mereka tidak belajar. “Kamu berapa Ra?” tanya Bulan,
tepat saat wajah Ara mulai kusut begitu melihat hasil miliknya. Hal seperti ini
yang bisa membuat Ara menangis, tapi ia idak berani menangis di depan
teman-temannya. Mengetahui bahwa nilai teman-temannya besar semua, sementara
nilainya kecil, membuat Ia semakin tidak semangat.
Tapi Ara sudah tidak terkejut, mau belajar
maupun tidak, hasilnya akan tetap kecil. “Siapa kemarin yang bilang mau bawa
kamera?” teriak salah satu anak laki-laki. Ketiga teman Ara sangat akrab dengan
laki-laki, hanya Ara yang canggung jika berada di dekat banyak laki-laki. Saat
yang bersamaan juga, anak-anak perempuan sibuk membuat status, mengunggah foto
tadi di medsosnya masing-masing.
“Ehh, Chandra parah banget” “Astaghfirullah”
“Gila chan” kemudian yang lainnya ribut membalas Chandra sembari senyum-senyum.
Ia tidak bisa menampakan reaksi yang sebenarnya. “Orang Aborigin” Kemudia
laki-laki yang berbeda buka suara. Pelajaran selanjutnya yang juga menjadi
pelajaran terakhir adalah pelajaran matematika, bukannya Ara tidak suka dengan
pelajarannya, melainkan Ara kesal dengan dirinya sendiri.
Sekeras
apapun ia belajar memahami, tetap saja tidak bisa mengikuti. Setiap pelajaran
matematika dilakukan pengumpulan poin,di mana siswa/siswi yang bisa menjawab
akan mendapatkan poin. Ketiga temannya tidak pernah tertinggal satu
pertemuanpun untuk mengumpulkan poin. Berbeda dengan dirinya, Ara baru diberi
soalnya saja sudah hilang semua yang ia pelajari berhari-hari.
Hari itu Ara berakhir dengan suasana hati
yang cukup gelap. Ara bahkan tidak tahu apa yang ia miliki, apa kehebatannya,
siapa yang menyukainya, untuk apa ia ada. “Ara” Aurin menepuk pundak Ara,
membuat apa membangunkan dirinya yang sebelumnya menenggelamkan kepala di meja.
“Kamu kenapa?” tanyanya terlihat tulus, Aurin memang orang yang sangat berhati
lembut.
Tapi ia pikir Aurin pun belum tentu
mengerti apa yang dirasakan olehnya. Ara mencoba sebisa mungkin menjelakannya
kepada mereka, semua rasa tidak percaya dirinya. Bulan lah yang buka suara
terlebih dahulu. “Kata siapa kamu ga berguna? Emang kamu udah nyoba semua hal
yang kamu mau coba? Kalaupun kamu gabisa terus orang lain rugi?” perkataan
Bulan sudah sangat cukup membuat mata Ara berkaca-kaca.
“Belum
tentu, mungkin emang kamu lemah di situ, kamu juga gak minat” Bulan terus
menasihati Ara. “Terakhir kamu bilang kamu jelek, jelek tuh buat siapa? buat
mereka?. Kayanya lebih banyak yang bilang kamu cantik deh, kata aku kamu cantik
Ra. Mungkin kalau emang udah gaenak di hati, kamu bisa bicarain itu sama mereka”.
“Kamu punya kelebihan, kamu berguna, semua orang berguna dan berarti untuk seseorang. Jangan jatuh, kamu punya hak bahagia” Semua yang dikatakan Bulan benar-benar masuk ke hatinya. Rasa tidak percaya diri itu lenyap bagaikan ditelan bumi. Ara menyadari tidak ada yang tidak berguna.
Komentar
Posting Komentar